<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Lihan dot Net</title>
	<atom:link href="http://lihan.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lihan.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 19:48:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ramadhan Tiba</title>
		<link>http://lihan.net/2008/09/20/ramadhan-tiba/</link>
		<comments>http://lihan.net/2008/09/20/ramadhan-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 21:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan tahun ini saya lebih banyak di rumah tidak seperti Ramadhan tahun lalu yang waktu itu saya bepergian ke Cina .Memang kurang menyenangkan bepergian tatkala puasa bukan apa apa sich selain capek juga tidak makan dan minum he he.Oleh sebab itu  di Bulan ramadhan ini saya  berusaha untuk tidak bepergian ke luar kota kecuali terpaksa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ramadhan tahun ini saya lebih banyak di rumah tidak seperti Ramadhan tahun lalu yang waktu itu saya bepergian ke Cina .Memang kurang menyenangkan bepergian tatkala puasa bukan apa apa sich selain capek juga tidak makan dan minum he he.Oleh sebab itu  di Bulan ramadhan ini saya  berusaha untuk tidak bepergian ke luar kota kecuali terpaksa harus bepergian.Dalam Ramadhan tahun ini saya cuma 2 kali bepergian ke luar daerah yaitu ke Jakarta pertama tanggal empat karena pada tanggal itu saya harus menghadiri jumpa pers dalam rangka acara konser The Spirit Of Ramadhan dan kedua kalinya saya menghadiri acara konser nya tanggal 9 September yang lalu .</p>
<p>Sekarang kesibukan luar daerah tidak ada tapi undangan buka puasa di daerah saya selalu ada entah dari instansi pemerintah,ormas,perbankan dan lain lain .Dan tidak hanya di undang untuk berbuka saja tapi juga di minta menjadi pengisi kultum ,padahal saya sudah menolak bukan apa apa karena saya tidak bisa berceramah dan saya takut kalau saya hanya bisa bicara tapi tidak bisa melakukan amat besar kemurkaan Allah kalau saya hanya bisa bicara tapi tidak bisa mengerjakan &#8220;Kabura Maqtan &#8216;inda llah in taquulu ma laa taf&#8217;alun &#8221; begitu kata Allah .Maka dari itu setiap saya di minta tausiyah saya hanya berkata kalau masalah kiat bisnis oke lah tapi kalau masalah keagamaan mintalah kepada orang yang ahli tentang itu .Karena saya hanya lah seorang guru atau kalau di Pondok Pesantren di namakan Ustadz yang mengajar tapi kalau ceramah saya nggak bisa begitu saya berkata .</p>
<p>Tetapi walaupun menolak begitu mereka tetap meminta saya dan akhirnya saya pun memenuhi permintaan itu dan ternyata orang tertarik dengan yang saya utarakan padahal saya mau orang tidak tertariksupaya saya tidak di minta lagi untuktausiyah di lain tempat .Tapi justru yang terjadi sebaliknya saya di minta lagi untuktausiyah oleh peserta buka puasa yang ada di tempat itu .Pak Lihan nanti saya undang kerumah saya ya untuk buka puasa dan memberikan tausiyah begitu bapak yang duduk di sebelah saya berkata .Waduh kena batunya saya padahal yang saya utarakan hanya cerita tentang sedekah ternyata orang pada tertarik .</p>
<p>Akhirnya sampai hari terakhir Ramadhan nanti saya kebanjiran order untuk menghadiri acara buka puasa bersama juga ada siaran di TVRI .Setelah saya pikir-pikir semua ada hikmahnya anggaplah saya membagi ilmu yang hanya sedikit ini mungkin berguna bagi para pendengarnya  dan kalau berguna saya juga mendapat pahala yang tak pernah putus amien yaa mujiibassaailiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2008/09/20/ramadhan-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>HIPMI Award</title>
		<link>http://lihan.net/2008/09/08/hipmi-award/</link>
		<comments>http://lihan.net/2008/09/08/hipmi-award/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 21:20:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 23 yang lalu saya di undang dalam acara HIPMI Award sebuah acara yang intinya pemberian penghargaan kepada pengusaha yang memiliki andil untuk membangun daerah dan andil dalam bidang sosial.Jam 19.00 saya berangkat menuju Grand Restaurant di mana acara di selenggarakan .Ketika saya datang sudah banyak undangan yang hadir .Saya mendapat kan tempat duduk di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 23 yang lalu saya di undang dalam acara HIPMI Award sebuah acara yang intinya pemberian penghargaan kepada pengusaha yang memiliki andil untuk membangun daerah dan andil dalam bidang sosial.Jam 19.00 saya berangkat menuju Grand Restaurant di mana acara di selenggarakan .Ketika saya datang sudah banyak undangan yang hadir .Saya mendapat kan tempat duduk di VVIP lah istilahnya atau kursi deretan depan .Setelah beberapa lama saya duduk mulai datang pejabat-pejabat daerah Kalimantan Selatan diantaranya Gubernur Kalsel Bapak Rudy Ariffin ,Wagub Bapak  Rosehan NB,Bapak Syamsul Muarif,Bapak Gusti Iskandar ,Ketua DPRD Kalsel Bapak Anang Hairin yang waktu itu beliau semua duduk semeja dengan saya .Setetelah beberapa saat tibalah acara penganugerahan HIPMI Awar 2008 .Setelah beberapa tokoh mendapat kan penghargaan tibalah saatnya saya juga mendapat penghargaan waktu itu .Penghargaan itu adalah penghargaan kedua setelah sebelumnya saya juga mendapatkan penghargaan dari Menegpora Pak Adyaksa Dault.</p>
<p>Penghargaan yang saya terima itu adalah penghargaan kepada pengusaha yang mempunyai kepedulian sosial tinggi .Sebenarnya saya tidak pernah mengharapkan penghargaan dalam kegiatan sosial saya .Saya hanya mengamalkan apa yang termaktub dalam Al Quran bahwa saya tidak mengharap balasan ataupun rasa terima kasih .Sebenarnya saya belum pantas mendapatkan penghargaan seperti itu karena masih banyak pengusaha yang jauh lebh peduli daripada saya .Tapi Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah membuat saya seperti ini kalau tidak hidayah dan rahmat Allah tidak mungkin saya seperti ini.Semoga penghargaan itu tidak membuat saya sombong ,berbangga hati atau pun melupakan Allah Amien.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2008/09/08/hipmi-award/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ustadz pun bisa jadi pengusaha B(e)rilian</title>
		<link>http://lihan.net/2008/08/23/ustadz-pun-bisa-jadi-pengusaha-berilian/</link>
		<comments>http://lihan.net/2008/08/23/ustadz-pun-bisa-jadi-pengusaha-berilian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 23:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ustadz Pun Bisa Jadi Pengusaha Brilian&#8221; Itulah judul buku pertama saya yang di di buat oleh Ahmad bahar dari Jakarta .Saya terkejut juga ketika ada seorang pengarang buku yang datang kerumah saya pada suatu malam yang gelap kira kira 3 bulan yang lalu.Di rumah saya beliau mengutarakn maksudya ingin menulis sebuah buku tentang perjalanan hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://www.lihan.net/images/buku.jpg" title="Buku Ustadz pun bisa jadi pengusaha" class="alignleft" width="200" height="295" />&#8220;Ustadz Pun Bisa Jadi Pengusaha Brilian&#8221; Itulah judul buku pertama saya yang di di buat oleh Ahmad bahar dari Jakarta .Saya terkejut juga ketika ada seorang pengarang buku yang datang kerumah saya pada suatu malam yang gelap kira kira 3 bulan yang lalu.Di rumah saya beliau mengutarakn maksudya ingin menulis sebuah buku tentang perjalanan hidup saya .Setelah saya pikir saya terima tawaran beliau untuk di wawancarai guna membuat sebuah buku .Setelah satu bulan kira-kira pak Bahar memberitahu saya bahwa buku segera naik cetak.Belaiu bertanya perlu koreksi tidak lalu saya berkata nggak usah di koreksi saya percaya saja dengan bapak kata saya waktu itu .Beberapa minggu kemudian pak Bahar membertahu saya bahwa launching buku akan di selenggarakan di Gramedia Matraman Jakarta tanggal 9 Agustus bertepatan satu bulan setelah ulang tahun saya .Ketika itu buku saya di cetak 5000 eksemplar ,pak Bahar berkata kenapa hanya 5000 cetak saja 10000 waktu saya berkata sambil bercanda takut tidak habis kan sayang he he he.</p>
<p>Tanggal 9 Agustus di Gramedia Matraman jam 4 sore hadirlah saya di sana untuk acara launching buku saya .Di luar dugaan saya begitu saya masuk di depan gedung itu ada ucapan dari Bapak Gubernur DKI Pak Fauzi Bowo yang isinya &#8220;Selamat Atas Launching Buku Ustadz pun Bisa menjadi Pengusaha B(e)rilian .Wah ternyata Pak Fauzi Bowo masih ingat saya walaupun beliau sibuk masih sempat memberkan ucapan selamat.Begitu saya masuk ruangan terkejut juga saya ternyata sudah banyak undangan yang hadir mereka ada dari Pondok Pesantren,Artis ,MUI ,Perbankan dan lain lain.Singkat cerita setelah acara selesai ternyata banyak yang membelu buku saya waktu itu mereka meminta tanda tangan .Saya merasa bak seorang artis yang baru beken he he.</p>
<p>Setelah dua hari Pak Bahar memberitahu bahwa buku saya sudah terjual 2500 eksemplar wah tinggal 2500 lagi dong sisanya.saya sebenarnya nggak habis pikir kenapa buku tentang saya itu bisa laris manis bahkan mengalahkan buku-buku lain yang di tulis pak Ahmad Bahar sebelumnya.Menurut saya buku itu biasa saja banyak orang yang jauh lebih sukses dari saya lebih terkenal dari saya tapi mungkin saja gaya tulisan Ahmad Bahar yang menbuat buku itu enak di baca .</p>
<p>Sekarang buku itu sudah di cetak kembali menjadi 10.000 untuk cetakan kedua karena buku cetakan pertama sudah habis .Dulu niat saya hanya berbagi ilmu agar bisa di baca oleh semua lapisan masyarakat dan alhamdulillah buku saya laris .Mudah-mudahan banyak pembaca yang termotivasi dan terinspirasi setelah memmbaca buku tersebut Amien.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2008/08/23/ustadz-pun-bisa-jadi-pengusaha-berilian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NSP Kreasiku</title>
		<link>http://lihan.net/2008/07/19/nsp-kreasiku/</link>
		<comments>http://lihan.net/2008/07/19/nsp-kreasiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 11:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Satu siang di bulan lalu saya iseng-iseng memencet tombol 1212 di hp saya.Sebenarnya sih saya ingin mendengarkan kali aja ada NSP yang baik untuk dipakai .Begitu saya dengarkan ternyata ada penjelasan tentang NSP Kreasiku sambil terus mendengarkan keterangan itu saya iseng mencoba untuk membuat NSP Keasi sendiri dengan merekamnya sesuai petunjuk operator.Akhirnya saya mencoba merekam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu siang di bulan lalu saya iseng-iseng memencet tombol 1212 di hp saya.Sebenarnya sih saya ingin mendengarkan kali aja ada NSP yang baik untuk dipakai .Begitu saya dengarkan ternyata ada penjelasan tentang NSP Kreasiku sambil terus mendengarkan keterangan itu saya iseng mencoba untuk membuat NSP Keasi sendiri dengan merekamnya sesuai petunjuk operator.Akhirnya saya mencoba merekam suara saya sampai tiga kali waktu itu dalam hati saya hanya mencoba nggak mungkin lah pesan yang saya sampaikan bisa di terima .</p>
<p>Setelah rekaman selesai saya daftarkan ke 1212 ternyata saya dapat sms yang isinya rekaman suara saya harus menunggu verifikasi kaya partai aja yaa.Setelah bergelut dengan kesibukan yang padat waktu itu saya akhirnya mendapat jawaban dari operator yang isinya NSP dari suara saya di terima .Saya serasa tidak percaya masak suara dan pesan saya yang tidak bermutu bisa masuk dan diterima .Saya menerima SMS itu persis ketika saya keluar dari kantor Merpati .ASaya langsung memberitahukan kepada teman-teman saya tentang NSP itu .Judul NSP itu adalah &#8220;Kiat-Kiat Berbisnis&#8221;</p>
<p>Setelah beberapa minggu saya gunakan ternyata banyak yang menanyakan kode NSP itu .Saya Juga bingung karena menurut saya NSP kreasi saya itu tidak bagus ,tapi banyak orang yang tertarik dengan pesan saya tersebut .Saya tidak tahu mereka tertarik dengan pesannya atau suaranya he he jadi ge-er nih .Tapi apapun alasannya saya wajib bersyukur kepada Allah karena  masih ada yang senang mendengarkan pesan saya .Dan kalau ada yang menelpon saya terus mendengarkan suara saya jangan kaget itu bukan suara mailbox alias non aktif tapi itu adalah suara NSP saya .Gara gara NSP itu banyak yang begitu menelpon langsun memutuskan panggilannya karena di sangka mailbox.Ada juga yang begitu menelpon saya langsung menjawab &#8220;ya saya ingin berbisnis&#8221;,karena NSP itu berbunyi begini &#8220;anda ingin berbisnis &#8230;. jadi si penelpon langsung menjawab &#8220;ya saya ingin berbisnis &#8221; Banyak dari sekian penelpon yang tertarik untuk menggunakan NSP itu .Ya itung-itung sambil memberikan semangat kepada orang lain dan mudah mudahan ada yang tergerak untuk melakukannya, Amien.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2008/07/19/nsp-kreasiku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan 34 Tahun Umur Saya</title>
		<link>http://lihan.net/2008/07/03/renungan-34-tahun-umur-saya/</link>
		<comments>http://lihan.net/2008/07/03/renungan-34-tahun-umur-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 06:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 9 Juli nanti Insya Allah saya berumur 34 Tahun.Umur yang menurut sebagian orang masih muda .Memang masih muda kalau yang mengatakan umurnya sudah 70 tahun tapi kalau yang mengatakan umur 10 tahun pastilah saya sudah tua .Kadang saya geer juga di bilang muda sudah sukses .Setiap kali saya bertemu orang ada saja yang bertanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 9 Juli nanti Insya Allah saya berumur 34 Tahun.Umur yang menurut sebagian orang masih muda .Memang masih muda kalau yang mengatakan umurnya sudah 70 tahun tapi kalau yang mengatakan umur 10 tahun pastilah saya sudah tua .Kadang saya geer juga di bilang muda sudah sukses .Setiap kali saya bertemu orang ada saja yang bertanya tentang umur .Dan saya merasa di umur 33 sampai 34 empat ini cobaan saya semakin berat .Ada saja yang mencoba menjelekkan,memfitnah ,mencemarkan nama baik saya ,bahkan beberapa hari sebelum saya ulang tahun pun ada saja yang menyebarkan sms yang menurut saya merupakan fitanah.Tapi saya berupaya agar tetap sabar menghadapinya karena saya  tidak bisa mengajak setiap orang suka kepada saya  pasti ada saja yang tidak suka itu hal biasa di dalam kehidupan .Jadi semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya ternyata benar .Ada saja orang yang dengki melihat kesuksesan saya padahal saya di kenal setelah Putri Malu saya beli dan saya sendiri tidak menyangka sama sekali kalau pembelian Putri Malu itu membuat seantero jagad geger.</p>
<p>Saya sadar bahwa ternyata hidup itu adalah masalah .Dari masalah itu kita bisa memanen pahala ,menambah kedewasaan berpikir,bisa belajar menahan emosi dan berupaya memcahkan masalah itu dengan arif dan bijaksana.Dan saya sadar bahwa umur saya berkurang satu tahun lagi seperti halnya orang yang memfinah saya, umur beliau juga pasti berkurang juga .Saya tinggal menghitung berapa dosa say dan berapa amal saya yang sudah saya perbuat hingga berumur 34 tahun ini.Hitunglah dirimu sebelum kamu di hitung .Masih banyak dosa yang saya lakukan di usia yang 34 tahun ini masih banyak orang yang mungkin di buat tidak senang oleh saya walaupun itu tidak sengaja . </p>
<p>Akhirnya umur saya berkurang satu tahun dari batas kehidupan yang saya sendiri tidak tahu kapan batas hidup saya ini akan sampai .Saya hanya memohon doa kepada para pembaca blog ini agar saya bisa bermanfaat bagi semua .Saya tidak meminta kado yang muluk-muluk hanya berilah saya doa agar saya selalu tabah menjalani hidup ini .</p>
<p> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2008/07/03/renungan-34-tahun-umur-saya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Terkenal Ni&#8217;mat Sekaligus Cobaan</title>
		<link>http://lihan.net/2008/04/21/jadi-terkenal-karena-putri-malu/</link>
		<comments>http://lihan.net/2008/04/21/jadi-terkenal-karena-putri-malu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 10:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/2008/04/21/jadi-terkenal-karena-putri-malu/</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak saya membeli putri malu 22 Januari 2008 yang lalu,saya menjadi terkenal.Ketika saya menghadiri suatu acara banyak orang yang menyalami saya dan kebanyakannya saya sendiri tidak mengenalnya.Saya seolah menjadi selebriti dadakan ,banyak yang mengundang saya untuk menjadi pembicara,bintang tamu atau lain sebagainya.Gubernur DKI Jakarta juga mengenal saya karena saya membeli putri malu.Dalam acara Festival Maulid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak saya membeli putri malu 22 Januari 2008 yang lalu,saya menjadi terkenal.Ketika saya menghadiri suatu acara banyak orang yang menyalami saya dan kebanyakannya saya sendiri tidak mengenalnya.Saya seolah menjadi selebriti dadakan ,banyak yang mengundang saya untuk menjadi pembicara,bintang tamu atau lain sebagainya.Gubernur DKI Jakarta juga mengenal saya karena saya membeli putri malu.Dalam acara Festival Maulid Nusantra Belaiau memperkenalkan saya dengan mengatakan ,&#8221;Ini Pak Lihan yang mensponsori acara kita dan beliau adalah pengusaha asal Martapura yang juga pembeli Intan Putri Malu,&#8221; begitulah ucapan Beliau Kala itu.Begitu fenomenalnya putri malu sampai yang membelinya pun menjadi terkenal,padahal saya adalah manusia biasa yang hidup di Desa Cindai Alus yang sebelum membeli putri malu tak banyak orang yang kenal.Putri Malu Intan 196 karat ini begitu menghebohkan sampai seluruh media cetak,media elektronik mengeksposnya.</p>
<p>Sekarang setelah 3 Bulan berlalu saya masih saja di kenal orang ,ketika saya makan di sebuah rumah makan di banajarmasin pelayan restoran bisik-bisik dengan temannya ,sambil wajahnya melirik ke arah saya ,ketika saya menjadi bintang tamu di salah satu acara ulang tahun ,banyak undangan yang ingin berfoto ,minta no hp sampai ada juga yang  minta doakan agar anaknya seperti saya suksesnya.Kadang saya berfikir apa sih hebatnya seorang Lihan ,saya dulunya hanya seorang guru honor di sebuah pesantren yang selama 3 tahun pulang pergi 60 kilometer setiap hari  untuk melaksanakan tugas mangabdi pada Allah dengan mengajar santriwati,dengan sebuah sepeda motor Alfa tahun 90 yang kadang harus saya  dorong karena starternya rusak.Ketika ban nya  bocor saya harus menambal sendiri walaupun dengan alat seadanya ,alat pembuka ban dengan sendok karena bannya sudah sangat gundul sehingga dengan sendok pun sudah bisa di buka .Dengan mengambil sedikit lem castol yang tersisa saya tambal ban itu .Ketika Sepeda Motor saya itu rusak berat saya harus mencari uang kesana kemari karena honor saya kala itu hanya Rp 750 per jam yang kalau saya mengajar 2 jam saja maka saya harus menambah uang Rp 700 rupiah untuk membeli bensin.Saya yang dulu hanya seorang anak dari Seorang bapak pendulang Intan yang membiayai hidup saya dengan selalu hutang dari warung dan ibu saya lah yang membayar nya dari hasil menganyam purun ,saya hanyalah seorang anak yang di tinggal pergi bapak untuk selama -lamanya ketika berumur 13 tahun oleh karena itulah saya begitu merasakan begitu pedihnya menjadi   anak yatim piatu hidup menjadi  fakir miskin sehungga saya peduli dengan mereka ,inilah sekelumit kisah sedih hidup saya .Begitu teringat kisah itu saya menjadi sangat terharu ketika saya sekarang menjadi pengusaha yang di amanahi Allah Harta yang berlimpah Intan Putri Malu yang menghebohkan karena itu lah saya tidak mau hidup berlebihan ,betapa banyak orang yang hidup di bawah saya ketika saya bermewah mewahan maka saya sudah membuat jurang perbedaan yang sangat dalam .Dan justru denganbermewah mewahan akan membahayakan saya .</p>
<p>Kadang Saya merenung Subhanallah alangkah agungnya Allah SWT yang dengan menciptakan intan putri malu yang membuat saya terkenal tidak saja di Indonesia tapi juga di dunia Internasional ,terima kasih Allah terima kasih semua yang membuat saya seperti sekarang .Ini lah sebagian ni&#8217;mat  dari Allah Buat saya dan sekaligus cobaan bersyukur kah saya atau inkar dangan ni&#8217;mat itu,doakan saya agar tetap mensyukuri ni&#8217;mat itu dan tetap berguna bagi sesama amien.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2008/04/21/jadi-terkenal-karena-putri-malu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Iri Dengki Hinggap Di hati</title>
		<link>http://lihan.net/2008/03/23/ketika-iri-dengki-hinggap-di-hati/</link>
		<comments>http://lihan.net/2008/03/23/ketika-iri-dengki-hinggap-di-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 22:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/2008/03/23/ketika-iri-dengki-hinggap-di-hati/</guid>
		<description><![CDATA[sekarang ini banyak sekali teman kita yang sesama muslim tidak senang ketika saudaranya mendapat ni&#8217;mat,yang terlintas di benaknya bagaimana menjatuhkan teman yang mendapat ni&#8217;mat itu.Ketika temannya kaya maka teman lainnya mulai menyelidiki ,apa sih kerjaannya ? kok bisa kaya ? padahal dulu punya rumah saja tidak,jangan-jangan dia &#8230;&#8230;&#8230;..? .Itulah kalimat yang muncul ketika melihat saudaranya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sekarang ini banyak sekali teman kita yang sesama muslim tidak senang ketika saudaranya mendapat ni&#8217;mat,yang terlintas di benaknya bagaimana menjatuhkan teman yang mendapat ni&#8217;mat itu.Ketika temannya kaya maka teman lainnya mulai menyelidiki ,apa sih kerjaannya ? kok bisa kaya ? padahal dulu punya rumah saja tidak,jangan-jangan dia &#8230;&#8230;&#8230;..? .Itulah kalimat yang muncul ketika melihat saudaranya sesama muslim mendapat ni&#8217;mat kekayaan.Sangat sedikit saudara kita sesama muslim yang gembira melihat keberhasilan orang lain.Ketika Si Pulan membeli mobil tetangga sebelah langsung berkata,&#8221;Wah paling itu kreditan paling lama 3 bulan mobil itu di tangannya ,&#8221;itu yang di ucapkan ,jarang sekali saudara kita sesama muslim berkata begini,&#8221;Alhamdulillah si Pulan membeli mobil kali aja saya bisa ikut menumpang atau meminjam,&#8221;Dari contoh ucapan  yang awal kita bisa melihat betapa si pulan sibuk mengurusi harta orang lain ,dia sangat tidak senang ketika tetangga nya membeli mobil dia akan berprasangka buruk dan berkata macam-macam .Kalau kita lihat ucapan kedua dia sangat senang   ketika tetangganya membeli mobil .Orang yang dengki akan selalu sibuk mengurusi orang lain ,tetangga beli kulkas dia panas dingin,ketika tetangganya  beli mobil dia masuk rumah sakit .Ternya iri dengki itu sangat merusak seperti dalam di katakan  hadits ,&#8221; jauhilah oleh kamu sifat dengki karena dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar,&#8221;</p>
<p>Saya juga pernah merasakan ketika saya mendapat ni&#8217;mat lalu banyak orang berkata wah pak lihan itu kerjanya apa ya ?kok hanya di rumah saja kaya ?ucapan seperti itu sering saya dengar,banyak yang lantas menyelidiki saya kerja apa ?punya bisnis apa ?pertanyaan itu sebenarnya tidak di larang ,kalau di tanyakan langsung kepada saya ,tapi karena prtanyaan itu di jawab sendiri maka akibatnya adalah ,&#8221;wah paling pak Lihan itu memelihara tuyul nggak kerja kok kaya ,atau jangan-jangan menipu atau &#8230;&#8230;?Ucapan seperti itu yang sering saya dengar tetapi bagi saya ucapan itu tidak menjadi masalah karena dengan semakin banyak orang menggunjing saya ,membicarakan saya,mendengki saya maka semakin banyak juga dosa saya yang di ambil orang itu dan pahala saya juga bertambah karena pahala yang mendengki  pindah kepada saya.Memang penyakit hati sangat susah obatnya kalau sakit jasmani cukup ke dokter tapi kalau penyakit hati tidak bisa ke dokter manapun .</p>
<p>Ketika iri dengki hinggap di hati maka pandangan kepada orang selalu yang buruk maka pantas saja kalau dengki itu membakar kebaikan seperti api membakar kayu bakar.Orang yang dengki senang kalau saudaranya susah dan susah ketika saudarnya senang ,maka jauhilah iri dengki kalau tidak mau kebaikan kita habis di makannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2008/03/23/ketika-iri-dengki-hinggap-di-hati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan di Perantauan (2)</title>
		<link>http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-2/</link>
		<comments>http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 07:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sahur dan Buka Hanya dengan Mie Instant
Puasa di negeri orang tidaklah seenak di negeri sendiri. Terlebih jika puasanya di negeri yang mayoritas bukan muslim. Setidaknya itulah yang dirasakan Lihan, Owner PT Tri Abadi Mandiri Banjarmasin, yang sejak Minggu, 16 September 2007 (bukan 9 September 2007, red) lalu berada di Cina untuk urusan bisnis. Apa suka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sahur dan Buka Hanya dengan Mie Instant</strong></p>
<p><em>Puasa di negeri orang tidaklah seenak di negeri sendiri. Terlebih jika puasanya di negeri yang mayoritas bukan muslim. Setidaknya itulah yang dirasakan Lihan, Owner PT Tri Abadi Mandiri Banjarmasin, yang sejak Minggu, 16 September 2007 (bukan 9 September 2007, red) lalu berada di Cina untuk urusan bisnis. Apa suka dukanya? Berikut cerita langsung dari Lihan yang dituliskan kembali oleh Khairil Anwar, wartawan koran ini.</em></p>
<p><strong>LIHAN</strong>, Shanghai</p>
<p><strong>SETELAH </strong>seharian berkeliling untuk melihat mesin cetak yang ingin saya beli, kami diantar kembali ke hotel oleh rekan bisnis kami. Tidak berapa lama, sampailah waktu berbuka puasa.</p>
<p>Tapi perlu diketahui, informasi waktu buka puasa itu tak kami dapatkan melalui sirene masjid atau kumandang adzan seperti di Indonesia. Melainkan dari jadwal Imsakiyah yang dikirim seorang teman, Erwin Dede Nugroho melalui sebuah email. Jadwal itu pulalah yang kemudian menjadi patokan kami untuk mengetahui masuk-belumnya waktu Imsak dan waktu-waktu salat lainnya.</p>
<p>Memang, berpuasa di negeri orang tidak seenak berpuasa di negeri sendiri. Apalagi di negara yang penduduknya bukan mayoritas muslim. Godaannya sangat besar. Di sini, tidak ada satu warung pun yang tutup. Juga, tidak ada aturan untuk tidak boleh makan di siang hari.</p>
<p>Meski begitu bukan berarti kami bisa berbuka atau bersahur dengan menu seenaknya. Jujur, hingga hari kelima di Cina hari ini (kemarin, red), saya beserta dua rekan saya Muhammad Farid Ma&#8217;ruf (Presiden Direktur CV Ira Visual Multimedia (anak perusahaan PT Tri Abadi Mandiri yang saya miliki) dan Agus (salah satu pimpinan percetakan di Surabaya) hanya bersahur dan berbuka dengan mie instant plus air mineral. Faktor jaminan kehalalan membuat kami harus berfikir panjang untuk menikmati suguhan-suguhan lezat di negeri Panda ini.</p>
<p>Selama lima hari di sini, kami bertiga pun hanya bisa tarawih berjamaah di kamar hotel. Maklum, di sini sangat langka yang namanya mushala, apalagi masjid. Sehingga tentu saja sangat sulit ditemukan orang yang sedang melaksanakan salat tarawih berjamaah.</p>
<p>Berbicara masalah Cina, pada hari Selasa, 18 September 2007 lalu, kami sempat jalan-jalan ke Kota Suzhou yang letaknya persis di &#8220;belakang&#8221; Shanghai. Setelah salat subuh, kami berangkat naik taksi menuju stasiun kereta api.</p>
<p>Ketika itu, kami sempat dibuat bingung. Perbedaan penguasaan bahasa kembali menjadi kendala. Alhasil, selama di perjalanan, kami dan sopir taksi hanya menggunakan bahasa isyarat. Termasuk ketika si sopir memberitahukan kalau kami sudah sampai ke stasiun kereta yang kami tuju.</p>
<p>Bahasa isyarat juga terpaksa kami gunakan saat berkomunikasi dengan petugas stasiun. Kami yang saat itu masih menunggu rekan bisnis beberapa kali ditanya petugas stasiun. Setiap ditanya petugas, kami hanya menunjukkan 3 jari lalu 4. Maksudnya, kami baru bertiga, harusnya berempat. Jadi, masih menunggu satu teman lagi baru berangkat.</p>
<p>Setelah semuanya terkumpul, kami pun naik kereta magnet yang kecepatannya mencapai 160 kilometer per jam.</p>
<p>Di Stasiun Kereta Api Pudong, kami dijemput untuk lihat-lihat pabrik mesin. Godaan besar kembali menghampiri kami. Hidangan lezat disuguhkan di atas meja. Ada beraneka macam kue, anggur, pisang, apel, dan buah-buahan lainnya. Yang tak kalah menggoda, kami juga disuguhi teh cina. “Silakan dinikmati,” kata sang manajer perusahaan mempersilakan.</p>
<p>Andai tak puasa, sudah jelas menu-menu itu kami sikat. Namun karena sedang puasa, kami pun harus menjelaskan bahwa kami kami tidak boleh makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari. “Kalau sedikit saja boleh khan,” tanyanya lagi.</p>
<p>Wah dalam benak saya, ternyata mereka memang benar-benar tak mengenal yang namanya puasa…(<strong>bersambung</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan di Perantauan (1)</title>
		<link>http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-1/</link>
		<comments>http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 07:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-1/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika orang-orang ramai pulang kampung untuk mengisi Ramadhan bersama keluarga, Lihan, Owner PT Tri Abadi Mandiri Banjarmasin, malah bertolak ke Cina untuk suatu urusan bisnis. Dan hingga saat ini, ayah dua anak tersebut masih berada di Cina. Bagaimana suasana Ramadhan di Negeri Panda itu? Berikut tulisan Lihan yang akan dimuat bersambung hingga beberapa hari berikutnya&#8230;
Lihan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ketika orang-orang ramai pulang kampung untuk mengisi Ramadhan bersama keluarga, Lihan, Owner PT Tri Abadi Mandiri Banjarmasin, malah bertolak ke Cina untuk suatu urusan bisnis. Dan hingga saat ini, ayah dua anak tersebut masih berada di Cina. Bagaimana suasana Ramadhan di Negeri Panda itu? Berikut tulisan Lihan yang akan dimuat bersambung hingga beberapa hari berikutnya&#8230;</em></p>
<p>Lihan, Sanghai</p>
<p><strong>MINGGU </strong>siang, 16 September 2007 lalu, saya bertolak dari Banjarmasin menuju Shanghai untuk suatu urusan bisnis. Karena ada satu dan lain hal yang harus diselesaikan, perjalanan saya awali dengan rute Banjarmasin-Surabaya terlebih dahulu.</p>
<p>Pukul 13.30, saya bertolak dari Bandara Syamsudinor Banjarmasin menuju Surabaya. Selepas Magrib, perjalanan berlanjut menuju Jakarta untuk kemudian terbang ke Shanghai pada pukul 21.50 WIB.</p>
<p>Untuk sampai ke tempat tujuan, kami membutuhkan delapan jam perjalanan udara. Saya mungkin bisa dikatakan “menderita penyakit aneh”. Melewati perjalanan yang cukup panjang itu, saya benar-benar tak bisa tidur barang sejenak. Saya sudah mencoba memejamkan mata, tapi tak juga bisa tertidur. Berbeda dengan dua rekan saya, Muhammad Farid Ma&#8217;ruf (Presiden Direktur CV Ira Visual Multimedia, anak perusahaan PT Tri Abadi Mandiri yang saya miliki) dan Agus (salah satu pimpinan percetakan di Surabaya) yang saya lihat tertidur sangat pulas.</p>
<p>Sebelum sampai ke Shanghai, kami terlebih dahulu transit di Bandara Changi Singapura. Kalau saya tak salah ingat, dari Bandara Changi Singapura itu, kami berangkat lagi sekitar pukul empat subuh. Ketika itu, kami diberi hidangan makanan untuk sahur. Perut saya sempat tak menerima makanan itu. Namun, setelah saya paksa, akhirnya habis juga.</p>
<p>Selesai makan, sesuai petunjuk waktu dari pramugari, kami pun melakukan Salat Subuh di pesawat. Kurang lebih satu jam setelah itu, akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat di bandara Pudong Shanghai, Cina.</p>
<p>Sebenarnya saya sudah sangat letih dengan tidak tidur semalam penuh. Tetapi, semangat untuk melaksanakan tugas, membuat saya tak menghiraukan rasa itu. Di Cina, usai menyelesaikan urusan imigrasi, kami dijemput oleh partner bisnis untuk melihat mesin yang rencana kami beli. Tentu saja, sebelum itu, kami beristirahat sejenak dan mandi di hotel terlebih dahulu.</p>
<p>Satu hal yang membuat saya sedikit tergelitik. Ternyata di Cina, di daerah yang kami singgahi, tak mengenal istilah puasa. Ketika matahari tepat di atas kepala, rekan bisnis kami mengajak makan siang bersama. Sungguh, sangat sulit bagi kami untuk menjelaskan kalau kami sedang berpuasa. Bukan apa-apa, kami lebih pandai menggunakan bahasa Inggris, sedang rekan bisnis kami itu lebih pandai menggunakan bahasa Mandarin.</p>
<p>Setelah beberapa jam, baru mereka mengerti. Itu pun baru setengah. Mereka ngertinya kalau puasa itu hanya menahan makan. Alhasil, berhenti menawari makan setelah berulang kali, mereka malah menawari kami untuk minum.</p>
<p>Dengan masih menggunakan bahasa Inggris, saya pun kemudian mengatakan bahwa puasa itu tak boleh makan juga tak boleh minum. Mendengar penjelasan dari saya itu, rekan bisnis kami malah kaget dan berkata “Do you feel hungry?” Saya jawab, memang lapar. Tapi, puasa itu saya bilang, merupakan kewajiban setiap muslim di bulan Ramadhan. Tujuannya, untuk turut merasakan penderitaan sesama yang kehidupannya tak berpunya. Mendengar itu, mereka tampak terkagum-kagum. (<strong>bersambung</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2007/10/16/ramadhan-di-perantauan-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berbisnis Dengan Syariah</title>
		<link>http://lihan.net/2007/08/29/berbisnis-dengan-syariah/</link>
		<comments>http://lihan.net/2007/08/29/berbisnis-dengan-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 13:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lihan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lihan.net/2007/08/29/berbisnis-dengan-syariah/</guid>
		<description><![CDATA[JIKA ada keberuntungan, maka tidak akan euforia menerimanya, karena itu datangnya dari Allah SWT. Begitu pula jika meraih sukses, ungkapan syukur dan ikhlas kemudian berbagi dengan sesama adalah hal utama yang perlu dilakukan.


 



Biodata

Nama : Lihan

TTL: Lianganggang, 9 Juli 1974

Pekerjaan : Wiraswasta (Owner PT Tri Abadi Mandiri)

Alamat : Cindai Alus RT 2 RW 1 Martapura

Orang Tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2" face="Arial"><strong>JIKA </strong>ada keberuntungan, maka tidak akan euforia menerimanya, karena itu datangnya dari Allah SWT. Begitu pula jika meraih sukses, ungkapan syukur dan ikhlas kemudian berbagi dengan sesama adalah hal utama yang perlu dilakukan.</font><font size="2" face="Arial"></p>
<table border="0" align="right" width="45%" cellPadding="2" cellSpacing="0">
<tr>
<td style="width: 100%; border: #000000 1px solid"> </td>
</tr>
<tr>
<td bgColor="#808080" style="width: 100%; border: #000000 1px solid">
<p align="center"><font size="2" color="#ff0000" face="Verdana,Arial"><strong>Biodata</strong></font></p>
</td>
<td bgColor="#fcfcfc" style="width: 100%; border: #000000 1px solid"><font size="1" face="Verdana,Arial"><strong>Nama : </strong>Lihan<br />
<strong><br />
TTL: </strong>Lianganggang, 9 Juli 1974<br />
<strong><br />
Pekerjaan : </strong>Wiraswasta (Owner PT Tri Abadi Mandiri)<br />
<strong><br />
Alamat : </strong>Cindai Alus RT 2 RW 1 Martapura<br />
<strong><br />
</strong></font><strong><font size="1" face="Verdana,Arial">Orang Tua <strong>:</strong> H Bahrie (Alm) - Siti Aisyah</font></strong><strong> </strong>H Bahrie (Alm) - Siti Aisyah<strong><font size="1" face="Verdana,Arial">Riwayat Pendidikan :<br />
- SDN Jaho Kerten Solo (1986)</font></strong><strong>- SDN Jaho Kerten Solo (1986)<font size="1" face="Verdana,Arial">- Mtsn Kelayan Banjarmasin (1990)</font>- SDN Jaho Kerten Solo (1986)<font size="1" face="Verdana,Arial">- Ponpes Darul Hijrah (1995)</font></p>
<p></strong></td>
</tr>
</table>
<p></font><font size="2" face="Arial">Itulah semboyan jitu pengusaha muslim asal Banjarbaru, Ustad Lihan. Sosoknya sebagai pekerja keras tetapi sederhana dan hidup apa adanya memang menjadikannya sosok yang patut jadi inpirasi pebisnis Islami.</font><font size="2" face="Arial">&#8220;Tegar!&#8221; tegasnya seraya mengatakan, &#8220;orang bisnis harus tegar dan mempunyai etos kerja, semangat kerjanya harus tinggi, di samping itu kite harus menjalaninya dengan Lillahi Ta’ala&#8221; ujarnya saat <em>BPost</em> bersilaturahmi ke rumah sekaligus kantornya di kawaan Cindai Alus Rt 2 Martapura.</font><font size="2" face="Arial">Berawal dari hanya sebagai ustad di Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru dan perantara jual beli sepeda motor 1998 lalu, Ustad Lihan kini mempunyai beberapa usaha yang tergabung dalam PT Tri Abadi Mandiri yang bergerak di berbagai bidang usaha.</p>
<p>Sebut saja perdagangan Intan, Konsultan, wedding organizer, franchise restoran hingga toko permata yang mengantarkannya menjadi ‘miliarder’ baru.</p>
<p>Bisnis trading atau perdagangan intan Ustad Lihan memang maju pesat. Ia telah menuai manis dari kerja kerasnya. Sekarang orang-orang berdecak kagum padanya.</p>
<p>&#8220;Dulu saya sangat getir menghadapi hidup, saya berusaha keluar dari ketidakmampuan, karena bagi saya orang Islam harus berharta. Saya tidak harus sedih, saya mesti kerja keras!&#8221;, tegas lelaki kelahiran Lianganggang, 9 Juli 1974 ini mengenang masa silamnya.</p>
<p>Kalender menunjukkan 1998. Di tahun ini seorang Lihan mengawali jejak usahanya sebagai perantara pedagang sepeda motor di Banjarmasin sambil menjadi Ustad di Ponpes Darul Hijrah.</p>
<p>&#8220;Tetapi ini cuma berlangsung setahun karena permintaan menurun. Karena itu saya lalu beralih ke profesi lain yakni berdagangan intan kecil-kecilan dengan memakai modal orang lain,&#8221; papar alumnus Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru ini.</p>
<p>Sejak itulah, Lihan mulai mengenal perdangan intan yang juga hasil Banua ini. Walaupun <em>fee-nya</em> sedikit, tetapi membuatnya makin semangat.</p>
<p>&#8220;Sayang, saat itu bos yang juga pemegang keuangannya melakukan penggelapan uang. Jadinya, mulai 2001 lalu mulai jualan sendiri dengan modal kecil,&#8221; jelasnya lagi.</p>
<p>Ustad Lihan tidak cepat merasa puas dalam berbisnis. Dengan bekal kerja kerasnya, ia kembangkan bisnisnya dengan nama PT Tri Abadi Mandiri di 2004 bidang lain seperti <em>franchise </em>makanan di Banjarmasin dan Banjarbaru.</p>
<p>Kemudian mendirikan cabang PT di beberapa daerah seperti Balikpapan, Jakarta, Bogor, Bandung, Malang dan Lampung.</p>
<p>Bisnis adalah hobi yang menyenangkan Ustad Lihan. Terlebih ketika perusahan itu miliknya sendiri, sehingga ia merasa sangat nikmat menjalaninya.</p>
<p>Ia mengaku bahagia dapat membuka lapangan kerja. &#8220;Semua saya jalani karena mencari ridho Allah SWT&#8221;, kata ayah dari Nur Raudhi Jahria dan Aini Mayan Fa’Ani.</p>
<p>&#8220;Kita tak bisa bilang jadi pebisnis terbik. Kita cuma ingin ikuti syari’at-Nya saja. Kalau dapat untung besar, bersyukur, ya Allah nikmat-Mu sangat besar padaku, kemudian kita bagi kepada yang layak menerimanya. Bertambah besar sedekah kita, Insya Allah banyak pahalanya&#8221; jelasnya.</p>
<p>Baginya, bekerja harus Lillahi Ta’ala. Berbisnis tidak semata-mata untuk keuntungan, melainkan juga untuk ibadah. Sebagai sosok pengusaha muslim, ia menegaskan pentingnya dekat dengan Allah SWT.</p>
<p>Ia berusaha menjalankan ibadah dengan tertib kemudian berbakti kepada orangtua, keluarga maupun saudara-saudara, hubungan dengan teman-teman, setelah itu baru berbisnis. &#8220;Jadi, bisnis mempunyai kekuatan di <em>hamblum minannas</em> supaya berkah&#8221;, katanya</p>
<p></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lihan.net/2007/08/29/berbisnis-dengan-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
