Semenjak saya membeli putri malu 22 Januari 2008 yang lalu,saya menjadi terkenal.Ketika saya menghadiri suatu acara banyak orang yang menyalami saya dan kebanyakannya saya sendiri tidak mengenalnya.Saya seolah menjadi selebriti dadakan ,banyak yang mengundang saya untuk menjadi pembicara,bintang tamu atau lain sebagainya.Gubernur DKI Jakarta juga mengenal saya karena saya membeli putri malu.Dalam acara Festival Maulid Nusantra Belaiau memperkenalkan saya dengan mengatakan ,”Ini Pak Lihan yang mensponsori acara kita dan beliau adalah pengusaha asal Martapura yang juga pembeli Intan Putri Malu,” begitulah ucapan Beliau Kala itu.Begitu fenomenalnya putri malu sampai yang membelinya pun menjadi terkenal,padahal saya adalah manusia biasa yang hidup di Desa Cindai Alus yang sebelum membeli putri malu tak banyak orang yang kenal.Putri Malu Intan 196 karat ini begitu menghebohkan sampai seluruh media cetak,media elektronik mengeksposnya.

Sekarang setelah 3 Bulan berlalu saya masih saja di kenal orang ,ketika saya makan di sebuah rumah makan di banajarmasin pelayan restoran bisik-bisik dengan temannya ,sambil wajahnya melirik ke arah saya ,ketika saya menjadi bintang tamu di salah satu acara ulang tahun ,banyak undangan yang ingin berfoto ,minta no hp sampai ada juga yang  minta doakan agar anaknya seperti saya suksesnya.Kadang saya berfikir apa sih hebatnya seorang Lihan ,saya dulunya hanya seorang guru honor di sebuah pesantren yang selama 3 tahun pulang pergi 60 kilometer setiap hari  untuk melaksanakan tugas mangabdi pada Allah dengan mengajar santriwati,dengan sebuah sepeda motor Alfa tahun 90 yang kadang harus saya  dorong karena starternya rusak.Ketika ban nya  bocor saya harus menambal sendiri walaupun dengan alat seadanya ,alat pembuka ban dengan sendok karena bannya sudah sangat gundul sehingga dengan sendok pun sudah bisa di buka .Dengan mengambil sedikit lem castol yang tersisa saya tambal ban itu .Ketika Sepeda Motor saya itu rusak berat saya harus mencari uang kesana kemari karena honor saya kala itu hanya Rp 750 per jam yang kalau saya mengajar 2 jam saja maka saya harus menambah uang Rp 700 rupiah untuk membeli bensin.Saya yang dulu hanya seorang anak dari Seorang bapak pendulang Intan yang membiayai hidup saya dengan selalu hutang dari warung dan ibu saya lah yang membayar nya dari hasil menganyam purun ,saya hanyalah seorang anak yang di tinggal pergi bapak untuk selama -lamanya ketika berumur 13 tahun oleh karena itulah saya begitu merasakan begitu pedihnya menjadi   anak yatim piatu hidup menjadi  fakir miskin sehungga saya peduli dengan mereka ,inilah sekelumit kisah sedih hidup saya .Begitu teringat kisah itu saya menjadi sangat terharu ketika saya sekarang menjadi pengusaha yang di amanahi Allah Harta yang berlimpah Intan Putri Malu yang menghebohkan karena itu lah saya tidak mau hidup berlebihan ,betapa banyak orang yang hidup di bawah saya ketika saya bermewah mewahan maka saya sudah membuat jurang perbedaan yang sangat dalam .Dan justru denganbermewah mewahan akan membahayakan saya .

Kadang Saya merenung Subhanallah alangkah agungnya Allah SWT yang dengan menciptakan intan putri malu yang membuat saya terkenal tidak saja di Indonesia tapi juga di dunia Internasional ,terima kasih Allah terima kasih semua yang membuat saya seperti sekarang .Ini lah sebagian ni’mat  dari Allah Buat saya dan sekaligus cobaan bersyukur kah saya atau inkar dangan ni’mat itu,doakan saya agar tetap mensyukuri ni’mat itu dan tetap berguna bagi sesama amien.



49 Comments to “Jadi Terkenal Ni’mat Sekaligus Cobaan”

  1. Zul ... | April 22nd, 2008 at 1:09 am

    Allah itu Mahabesar!
    Allah telah memilih di antara ummatnya orang-orang yang diuji, baik dengan nikmat maupun laknat. Beruntunglah jika Abang telah diuji dengan nikmat.
    Semoga semakin banyak nikmat yang Abang dapatkan dari Allah semakin banyak syukur dan rendah hati.
    Aku terharu membaca cerita Abang di atas.
    Semoga Allah memelihara Abang lahir batin.

    Tabik!

  2. SHALEH | April 22nd, 2008 at 11:45 am

    Semoga Allah memberikan kekuatan pada Mas dalam menghadapi nikmat kekayaan dan ketenaran karena terkadang orang gagal dalam hal ini.

  3. taufik | April 22nd, 2008 at 2:35 pm

    Ulama, umara, dan orang kaya merupakan tiga pilar penyangga keadilan dan kebenaran. Secara simbolik, ketiganya menjadi penjaga pintu neraka agar tak seorang pun masuk ke sana. Ulama, umara, dan orang kaya, pelindung masyarakatnya.

    Dalil moralistik-idiilnya jelas: bila tiga golongan ini baik, maka baik pula masyarakatnya. Ulama menjadi teladan akhlak mulia dan mencerminkan pepatah: orang pandai tempat bertanya. Orang bijak itu perumus fatwa.Umara, pemegang kendali hidup masyarakat dan negara, mengemban sifat amanah dan jujur, dan bukan sibuk menjaga singgasananya sendiri, dengan risiko bohong, zalim, dan keji, yang sudah menjadi kelaziman di sini.

    Sedang “orang kaya” (aghniya) menyangga tugas etis dan sosial menjadi dermawan, seperti tercermin dalam pepatah orang kaya tempat meminta. Maka, terkutuklah orang yang menyembunyikan kekayaannya karena takut dituntut jaksa.

    Saya kira, Ustadz Lihan (bukan Ustad, kalau ini artinya (maaf), tepi pantat?) bisa kita tempatkan dalam konteks “orang kaya” yang tidak dikuasai oleh kekayaannya. Sepatutnya lah kita beri apresiasi yang tinggi, dan kita sangat berharap segala kiprah dan kontribusinya untuk kemajuan Ummat (rakyat) di Banua Banjar. Salam…

  4. khai_ril | April 22nd, 2008 at 3:45 pm

    Haduuwwhhh bos, jadi terharu nah, hikzz…hikz…
    Lebih mengharukan dari kisah Kun Fayakuun-nya Uztaz Yusuf Mansur..hee..

  5. hariesaja | April 23rd, 2008 at 7:18 pm

    Subhanallah, Ustadz.

  6. rinto purnomo | April 25th, 2008 at 8:30 am

    Alhamdulilah ustadz :D
    semoga pian tetap istiqomah dan makin banyak rezekinya, amiiin

  7. heri Mulyo CAhyo | April 28th, 2008 at 11:15 am

    Subhanallah Semoga Allah SWT selalu menjaga Bapak dalam keadaan yang selalu bersyukur.. dan semoga Bapak sekeluarga semakin dekat dan di Sayang SWT

    Salam dari Malang

    Heri Mulyo C

    Bolehkan saya minta email bapak?

  8. ali | April 29th, 2008 at 1:51 am

    Ada orang kaya tapi tidak bermanfaat, kecuali bagi dirinya sendiri. Ada ulama tapi juga bukan ulama yang haq karena tidak peka dengan lingkungan sosialnya. Saya yakin pak Lihan bukan di dua golongan itu. Saya percaya pak Lihan orang yang banyak bersyulur (dengan cara yang benar) sehingga nikmatnya selalu ditambah.

  9. Pakacil | May 2nd, 2008 at 1:35 am

    waduhh… kalau sudah terlanjur terkenal yaaa mau bagaimana lagi.
    :)
    Anehnya, banyak orang berusaha terkenal dan kalau bisa secara instant, persis bikin mie instant. Yang jarang yaa macam Pa Lihan ini, sudah terlanjur terkenal malah merasa mendapat cobaan.

    Maaf Pak, jempol saya totalnya cuma ada 4, rasanya masih kurang untuk diacungkan bagi bapak.

    Salam hormat.-

  10. ibnusina | May 5th, 2008 at 9:05 pm

    Subhanallah ust.. semoga pian diberi kekuatan menerima amanah maaliyah, teruslah berbagi..

  11. arifiani | May 8th, 2008 at 3:37 am

    Masya Allah, jadikan syukur selalu di hati. mantab.

  12. alam | May 9th, 2008 at 9:03 am

    assmlkm..
    ustad….boleh bergabung di bisnisnya?ajarin generasi muda ini untuk ikut membangun umat….saya jga dari banjarmasin..tapi sekarang di jakarta..
    salam kenal…

  13. haris zaky mubarak | May 10th, 2008 at 1:48 pm

    anda adalah orang konyol yang pernah AQU tahu,dg membeli intan AQU pikir blum tentu jalan tsb melapangkan jalan ente msuk surga.dan sekarang ente disenangi bnyk orang krn dianggap berduit.ingat teman di meja makan itu lebuh mudah didapat daripada teman dikala kerja.

  14. Menamu Lihan, Melihat Intan, Membaca Kesahajaan « Zulfaisal Putera | May 11th, 2008 at 2:51 am

    [...] orang biasa – dengan Lihan – yang dalam pandanganku orang luar biasa. Lihan juga tak pelit bercerita tentang pengalamannya merintis hidup sejak jadi guru honor dengan gaji seribu lima ratus rupiah [...]

  15. Ogi Fajar Nuzuli | May 12th, 2008 at 1:26 am

    Ulun termasuk yg terperangah melihat lankah ustatz, yang sungguh tak terduga, tapi alhamdullilah berhasil aja…..

  16. annmolly | May 12th, 2008 at 5:54 pm

    salam kenal,
    baru tahu juga ternyata seorang pengusaha Lihan seorang blogger juga. ALhamdulillah, mas Lihan tetap concern dengan misi sosial kemasyarakatannya.

  17. natazya | May 12th, 2008 at 9:53 pm

    saya baca tentang mas lihan di blog seseorang dan jadi kagum dengan mas lihan!

    salut mas.. alhamdulillah deh masih ada orang dengan rendah hati dan semoga terpelihara selalu

    AMIEN ;)

    salam kenal mas!

  18. abu hanifah | May 14th, 2008 at 3:05 pm

    ass wr wb
    Berita tentang “USTAD LIHAN” di tv maupun media cetak sudah mengalahkan orang no 1 daerah tempat tinggal kita terutama saat ini apalagi sudah ganti nama “LIHAN PUMA”. Saya tidak melebih-lebihkan bagi saya “LIHAN” adalah benar-benar USTAD bagi kehidupan saya.

    Jadikanlah hidup kami barokah,amin …

  19. ramadhan mubarak | May 14th, 2008 at 3:17 pm

    Assalamu’laikum wr wb
    Tahun 2003 saat sy mash mahasiswa, sy pernah ke rumah ust lihan yg saat itu masih belum dikenal spt sekarang, saat itu sy di tugaskan teman2 di organisasi kampus utk pinjam LCD proyektor. Kehidupan beliau sangat sederhana waktu itu dan kabarnya dr banyak pemberitaan yg kami baca sampai sekarang pun beliau ini tdk berubah, msh tetap dgn kesederhanaan dan kesehajaan. subhanallah….
    mdhn lewat web ini kami bisa belajar banyak dr ustad…
    salam……..

  20. manusiasuper | May 14th, 2008 at 9:52 pm

    Mudahan pian selalu dapat bimbingan lawan petunjuk… Amin…

  21. Amel | May 26th, 2008 at 6:48 pm

    Ass Wr Wb

    always be a humble men like this…
    God Bless U
    Subhanallah…Alhamdulillah

  22. meiy | May 28th, 2008 at 5:28 pm

    subhanallah, tetaplah rendah hati mas (panggil mas aja ya).
    bersyukur saya bisa ke mari banyak hikmah yg bisa dibaca. minta ijin ngelink ya mas…

  23. Budi Santoso | June 5th, 2008 at 5:38 pm

    Great inspirations..,
    Wajib dicontoh dari segala kebaikannya.

  24. maskun | June 7th, 2008 at 10:03 am

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Saya mengenal sosok Pak Lihan (Ustadz Lihan dari pemberitaan Media Indonesia 2 hari yang lalu. Luar biasa. Itu kesan pertama yang saya tangkap. Seorang “ndeso” yang apa adanya, apalagi dengan latar belakang Ustadz, saya pribadi kagum dengan Bapak.

    Mudah-mudahan di Indonesia akan lahir Lihan-Lihan baru sehingga Indonesia akan makmur. Amin

  25. juhri_it LCI-Wahana | June 7th, 2008 at 1:23 pm

    Ustadz, kita memang kadang berada di bawah bisa juga di atas, semua itu sudah diatur oleh Allah..Semoga pian tambah sukses..amien

  26. mashuri | June 10th, 2008 at 5:23 pm

    ass.wr.wb…

    subhanallah akh…..sukses selalu

    wass.wr.wb..

  27. budi | June 11th, 2008 at 5:14 pm

    pak ustad, kalo bole bertanya..

    bagaimana cerita tentang mereka yang menemukan intan, yang sudah bapak beli tsb?

    tolong diceritakan kehidupan mereka saat ini.

  28. ayu | June 12th, 2008 at 12:57 pm

    Nasib orang tidak pernah dapat diterka seperti akhirnya. dan kisah anda sangat inspiratif. bagaimana saya bisa menghubungi anda?

  29. Kurt | June 20th, 2008 at 4:44 pm

    Subhanallah, pengakuan kejujuran kesalehan dan kesederhanaan terlihat dari postingan ini. Pak Ustadz yang telah diberi kenikmatan tidaklah sombong dan ujub namun tetap biasa-biasa saja. Toyyib!

    Ana perkenalkan santri dari buntet semoga tetapi selalu istiqomah dalam menjalani hidup bertasawuf yang memegang prinsip:

    “harta milyaran biarlah ada di deposito (dompet) tak satupun yang mengikat apalagi membelenggu hati, karena terus-menerus bidzikrillah.”

  30. agung | June 21st, 2008 at 10:47 pm

    lha … bukannya NIKMAT = COBAAN ? … kita kan pasti tahu, COBAAN itu dapat berupa 2 hal yakni … nikmat dan musibah

  31. sugianto | June 23rd, 2008 at 5:15 pm

    Salam,

    Pak Lihan, bagi ALLAH Aja Wajalla sangat mudah sekali membolak balik suatu perkara hitam menjadi putih, putih jadi hitam, abu-abu jadi coklat dan seterusnya.

    Disaat posisi kita diatas, ribuan sanjungan dan ucapan manis selalu bersama kita namun bila kita melakukan sesuatu yang ALLAH tidak Ridho atau karena keserakahan kita, maka di saat itu kita telah menjadi manusia yang hina di mata tuhan dan tunggu sajalah Azab ALLAH pasti datang, (Lainsyakartun wala’azhidanakum …..)

    Pak Lihan, sanjungan manusia itu sangat relatif, tengolah bagaimana A’a Gym sebelum melakukan praktek poligami, ribuan hingga jutaan umat selalu memberikan applause yang begitu besar kepada beliu, namun apa jadinya setelah POLIGAMI, Masya Allah, hinaan, cacian, kedengkian dan kata-kata kotor yang selalu muncul dan diarahkan kepada beliau.

    Padahal ia ingin memberikan contoh (suri teladan)kepada kita semua tentang ajaran ALLAH yang suci tentang praktek poligami yang selama ini telah di kotori oleh sebahagian umat yang mengatasnamakan agama

    Hidup ini adalah pilihan, untuk menjadi Pak Lihan seperti ini juga sebagai pilihan hidup.

    Jadi, suatu saat nanti Bapak jangan kaget atau menjadi minder atau tersinggung dengan orang-orang di sekeliling Bapak yang tidak lagi memberikan pujian atau sanjungan karena kepentingan mereka tidak mendapat respon dari Bapak

    Selamat berjuang dan sukses selalu, Insya ALLAH

    Saya tunggu kalau tiba di Jakarta untuk bisa ketemu dan sekalian terima kasih atas telponnya tempo hari

    Salam
    SUGIANTO

  32. madhan_bjm | June 24th, 2008 at 4:04 pm

    Ustadz mari berjuang menegakkan syariah dan khilafah dengan harta dan jiwa ustadz. Mari….ustadz!!!

  33. rachmat | June 26th, 2008 at 2:54 pm

    Assalamualaikum

    Proses titik baliknya ceritain dong bos.. biar saya terinspirasi

  34. munir | June 27th, 2008 at 3:46 pm

    Ulun katuju mendangar kesah pian jar urang kada mau membiayai bisnis nang kada rebes. Keep going ustadz.

  35. taufik | June 30th, 2008 at 12:38 pm

    pak ustadz, kapan buku profilnya terbit? sya pesan ya..

  36. Amri Shodiq | July 3rd, 2008 at 12:48 am

    Saya ingin tahu lebih banyak tentang Bapak. Dimana saya bisa baca biografi lengkap Bapak? Saya ingin tahu bagaimana perjuangan Bapak hingga bisa seperti ini.

  37. ridha-kals | July 11th, 2008 at 9:39 am

    Assalamualaikum wr.wb..
    pa Ustad Yth…Atas Nama *Kalimantan selatan Autosport*banjarmasin kami mengucapkan Slamat Ulang Tahunnya yang ke 34…semoga Allah Swt senantiasa menjaga bapak sepanjang siang dan malam …sehat dan selalu dalam rahmat dan kasih sayangNya…Amiiin.

    Wa’alaikum Salam Wr Wb

    Terima kasih nah ada ucapan Selamat Ulang Tahun ,lawas kada tetamu diman aja wahini .Amien 3 X ya rabbal Alamiin

  38. nurdin ponorogo | July 17th, 2008 at 12:46 pm

    tadz sukron.terimakasih karena tetap menjadi lihan kawanku di “kumuh” dulu. dan u adalah “banknya”. Barakallah.

    Afwan ya dulu waktu di pondok lah kita bekumpulan rami jua dahulu tu .alhamdulillah aku di beri amanah oleh Allah bisnis dan kekayaan .Doakan semoga hartaku bisa bermanfaat bagi orang lain tidak hanya bagi diriku seorang

  39. Roess | August 22nd, 2008 at 2:33 pm

    Subhanallah.. Alhamdullilah..bersyukur saya diketemukan Ust. Lihan lewat blog, kapan ya bisa ketemu langsung sama Panjenengan. Ingin banyak belajar menapaki hidup dari Pak Ust. Belajar ikhlas n rasa syukur, juga berwirausaha secara syariah.
    Pak Ust. Lihan, saya ingin sekali mengenalkan Bapak ke suami saya yang baru merintis usaha.
    Saya akan mampir ke toko buku, tuk cari & beli buku Pak Ust. Bila bertemu Bapak, saya minta ttd nya ya Pak.

    Bersyukur, akhirnya ada juga Pengusaha Muslim dari Indonesia yang berhati mulia seperti Bapak.

    Dgn segala kerendahan hati, silahkan mampir ya Pak ke Toko Alqiada yang sedang saya rintis.

    Terima kasih, mohon maaf, semoga berkenan.

  40. lukman | August 22nd, 2008 at 3:17 pm

    Ustadz ulun terkesan dengan cerita piyan yg bisa meraih kesuksesan setelah meretas jalan penuh liku dan cobaan.

    Ulun tahu nama piyan dari komunitas TDA,yang dinakhkodai Bapak Ronny Yuzirman.

    Teringat saat Ulun Ke Kalsel tahun 1994 lalu, mulai Banjarmasin,Martapura,Samuda sungguh kaya bumi Indonesia, Ternyata tdk hanya menghasilkan intan,permata tetapi juga melahirkan pengusaha muslim yang bersinar.Mudah-mudahan stlh ini banyak pengusaha baru yg lhr dr sinergy Pian da TDA.Bersama menebar rahmad.Jazzakumullah

  41. Khusen | September 4th, 2008 at 11:04 am

    Assalamu ‘alaikum Pak Ustad
    Saya yakin bahwa Tuhan tidak salah pilih.
    Boleh tahu Pak nilai-nilai kehidupan apa saja yang selalu Pak Ustad junjung tinggi dalam menjalani hidup?

    Bila Pak Ustad berkenan semoga ini bisa bermanfaat bagi saya khususnya untuk bisa menjadi pembelajaran.

    Terimakasih sebelumnya.
    Wassalamu ‘alaikum.

  42. guru honorer | September 26th, 2008 at 3:07 pm

    Subhanallah…Alhamdulillah
    semoga ustad dapat menerima cobaan ini dengan ikhlas. semoga Allah SWT banyak menciptakan pengusaha2 seperti anda.
    Saya sempat menangis dan terharu karena masih ada pengusaha kaya seperti anda.
    Semoga anda menjadi cahaya bagi orang2 yg kekurangan. Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah dalam menjalankan bisnis, dan dari orang - orang yang akan berbuat jahat kepada mu. Amien

  43. madiunmig33 | September 27th, 2008 at 12:50 am

    Allhah maha besar Uztad

    Saya kagum dengan Uztad

  44. dynda | October 5th, 2008 at 6:00 pm

    asalamualaikum
    ust lihan
    dynda sering ktmu ustad di acara”halal bil halal yang sering ust kelola
    trimakasih karna sedikit banyak sudah bantu saya ma temen”
    saya berasal dari panti asuhan putri nahdathul ulama di martapura
    ust,lain kali klo ust berkenan mampir ke rumah bersama kami di panti asuhan ya ust
    kami tunggu kedatangan ust
    kami sekeluarga minta doakan ust agr kelak kami bisa jadi seperti ust
    wasalam

  45. Hendry | October 9th, 2008 at 1:17 am

    Assalamu alaikum
    malam ini setelah membaca kisah pian “jadi terkenal ni’mat sekaligus cobaan” ulun sperti dapat tausiah dr pian, padahal pian cuma bekisah aja.
    Ulun doakan pian dan keluarga dipanjangkan umur,sehat wal afiat dan berlimpahkan kasih sayang.amin….

    Wassalam

  46. okky fajar | October 14th, 2008 at 9:43 pm

    assalamualaikum Wr Wb.

    semoga anda “tetap di jalur-Nya”

    anda telah sukses menjadi inspirasi bagi saya yang seorang mahasiswa untuk tetap mawas diri dan mungkin bagi kebanyakan orang.

  47. Al-Ayubi | October 30th, 2008 at 12:29 am

    Kalo nanti Ulun tak sengaja “Tasipak” intan 196 karat (Amin), tolong tukariakan Ustad lah :D

  48. indiecalista | November 11th, 2008 at 8:22 am

    subhanallah…
    baru kemarin pak saya bergabung dengan SMART2PRINT cabang makassar, sungguh saya berdoa semoga Allah melindungi jiwa bapak, menguatkan kesadaran… semoga Allah memelihara dan mengokohkan iman di hati bapak… bapak adalah inspirasi saya betapa keajaiban tak pernah henti ditunjukkan oleh Allah, saya berdoa semoga saya diberi rahmat untuk mencerna segala keajaiban yang saya dengar, lihat, rasakan sehingga bertambah rasa takjub dan sukur saya.

  49. yamin banjar | November 23rd, 2008 at 3:23 pm

    urang merasa nyaman setelah iya kd nyaman.وتلك الأيام نداولها بين الناس وليعلم الله الذين آمنوا ويتخذ من شهداء
    yang penting kita kd takabbur, bujur kalu….kita kd tahu hari esok, dr kata nudawiluha td قل لو كنت أعلم الغيب لاستكثرت من الخير

Leave a Comment