Suatu hari aku lagi mencuci mobil lagi asyik-asyiknya menyemprotkan air ke mobil aku di kejutkan oleh suara laki laki yang bertanya kepdaku   .”Maaf mas bosnya ada ? ” Sebelum menjawab aku berfikir kalau aku menjawab bos nya di belakang berarti aku bohong ,akhirnya aku menjawab kalau bosnya ya saya sendiri (ternyata dia menyangka aku supir bukan yang punya mobil he he )Ternyata kebiasaanku yang sering memakai baju kaos dan hanya memakai sandal membuat orang terkecoh.Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk menyamar tapi memang begitulah Lihan ,yang dari hidup susah dan sekarang hidup enak Alhamdulillah tetap tidak ada perubahan.Pernah suatu kali aku ke Jakarta bersama temanku bertiga ,waktu itu ada pameran perumahan di JCC ,kedua temanku selalu di beri brosur oleh para SPG sedangkan aku satu pun tak kuterima ,akhirnya aku ambil satu brosur .Setelah keluar dari ruang pameran aku berkata “wah enak betul bapak banyak dapat brosur sedangkan aku tidak di beri lalu temanku itu berkata “itu bapak juga dapat aku menjawab ini juga saya minta klau tidak minta mungkin ak tidak di beri.Sebetulny masih banyak pengalaman yang kalau aku ceritakan semua bisa 100 halaman penuh.Setelah beberapa kejadian yang aku alami aku bisa menarik kesimpulan bahwa ternyata orang hanya lihat kulit luarnya saja .Ketika aku hanya pakai kaos dan sandal serta postur tubuh yang tidak bisa mewakili aku untuk di sebut boss maka aku bisa dianggap orang sebagai supirnya bos,tukang kebunnya bos serta semua sebutan yang intinya aku tidak cocok menjadi bos.Tapi itu semua membuat aku menjadi sadar bahwa orang kadang hanya melihat kulit luar tidak melihat ke dalam .Persis seperti mangga yang dari luar bagus ternyata di dalamnya penuh dengan ulat-ulat.



41 Comments to “Penampilan ….Oh………..Penampilan”

  1. wahyu | November 24th, 2007 at 1:38 pm

    Saya suka anda tampil apa adanya dan jangan pernah berubah karena itulah penampilan seorang LIHAN…. Semoga anda selalu diberikan kesehatan & rezeki oleh Allah SWT. Amien.

  2. Giyanto | December 14th, 2007 at 8:02 am

    Akhi, sekali-kali bawa heli ke Banjar insyaAllah masyarakat menyadari bahwa penampilan fisik tidak mewakili esensi seseorang.
    Syukron, mudah-mudahan selalu meningkat sedekahnya.

  3. heri suchaeri | January 4th, 2008 at 11:41 pm

    subhanallah….Yaa Allah lindungilah guru saya ust Lihan …sehat selamat sukses..wass..heri jogja

  4. ab. thriq | January 8th, 2008 at 9:33 am

    Ass.wr.wb.
    salam kenal ustd. mudahan senantiasa suskses dunia akhirat juga saya sangat gembira melihat usaha sampeyan yang selalu mengacu pada syariah. mudahan selalu syar’i shg berkah buat semua… amin. karena sekarang selalu kita liat usaha maju dan besar tapi berbasiskan keingkaran pada Allah AWJ, manipulasi data, sogok, nota kosong dll.., atas perkembangan ini saya sangat senang, mudahan sampeyan bisa tularkan pada kami semua. (Batas Kota)

  5. agus | January 14th, 2008 at 2:25 pm

    lucu juga kisahnya boss. heheheh
    kebetulan lewat trus mampir ke web pak lihan.

    sukses pak

  6. munasir soekardi is | January 29th, 2008 at 3:34 pm

    Ass.ww. membaca kisah pak lihan tsb di atas, bagi sy pak lihan bagaikan setitik embun di pagi hari. Andai saja di Indonesia banyak orang seperti pak lihan, negeri ini tentu tidak akan salah urus. Smg Allah terus memberi kemudahan dan kesuksesan bagi pak lihan dan membuka pula jalanNYA agar pak lihan terus menebarkan teladan dan kebaikan bagi banyak orang dan dgn rezeki yg melimpah dpt selalu menolong yg membutuhkan pertolongan. Salam kenal dari sy di bandung

  7. jaka s | March 5th, 2008 at 12:08 pm

    Ass. Ustad Lihan, semoga senatiasa senantiasa istiqomah, dan tambah maju, kami senantiasa berdoa semoga Allah swt melindungimu dan udah kangen nih.. mo main ke banjar. Salam from kelg…

  8. saprudi (FMIPA UNLAM) | March 28th, 2008 at 9:40 pm

    assalamu’alaikum.
    ulun baru tau kalau pian punya situs resmi ini, sebenarnya coba-coba z menulis lihan. ulun bersyukur, dengan situs ini ulun bisa mengungkapkan pendapat ulun tentang pian, yang tidak dapat ulun utarakan kepada pian secara langsung. cerita diatas ulun dengar dari pian langsung pada saat silaturrahmikerumah. saat itu jua ulun begitu terinspirasi dengan apa yang pian ceritakan. semoga dengan kesempurnaan(pendapat ulun)/kesuksesan yang pian miliki sekarang dapat terus bermanfaat bagi sesama. dan jangan pernah sekali-kali melupakan masa lalu yang telah pian alami.
    smoga keselamatan menyertai pian. Amien

  9. Basuki Abdul Aziz (CV Syahidul Alam) | April 7th, 2008 at 5:35 pm

    Ass.

    Begitulah Para Sahabat Utama Rosul, Seperti Umar Bin Khattab pernah tiduran diatas rumput dibawah pohon. Oranya yahudi menyangka hanya seorang pengembala. Semoga bisa tetap bersahaja dan bisa menjadi guru untuk memberi masukan kepada kami pengusaha yang punya kemauan seperti antum.

    Wass

  10. eswee | April 19th, 2008 at 4:58 pm

    Saya cuma tau sedikit ttg ustad dari suratkabar. Ustad lebih baik tetap pada penapilan ustad yang sederhana, biar bisa tau gimana sifat asli seseorang, dan ceritankan aja ustad disini kan biar bisa jadi pelajaran buat yang baca. Sukron jazakumullah.

  11. Inas | April 24th, 2008 at 3:41 pm

    Memang benar pak Lihan, sekarang ini orang lebih banyak melihat penampilan luar saja atau cuma lihat chasingnya saja. Bukan hanya itu, orang sering menghargai orang lain karena apa yang nampak diluar.
    Seperti cerita di blog saya ini
    http://danummurik.wordpress.com/2008/03/10/orang-udik-di-harvard/

  12. meiy | May 28th, 2008 at 5:31 pm

    tetaplah menajdi diri sendiri pak, senang membacanya

  13. ulum | June 3rd, 2008 at 4:39 pm

    saya baru tau hari ini tentang ustd lihan, setelah baca cerita2nya lucu juga yaa.ketika orang banyak berjuang mati2an untuk mendapatkan status (kehormatan), ustd lihan tampil apa adanya, smoga istiqomah

  14. papabonbon | June 5th, 2008 at 11:19 am

    mantap mantap tulisannya pak lihan … gaya bahasanya sederhana namun memikat. membuat awak nih bercermin diri …

  15. Mahfud F | June 5th, 2008 at 11:36 am

    Pak Ustad Lihan, saya benar-benar takjub kepada bapak. Benar-benar contoh apa adanya dan tidak berkamuflase. Semoga memberikan inspiring dan menyadarkan kepada setiap manusia. Semoga Allah menambah nikmat dan kehormatan kepada Bapak. amiin

  16. Pak Lihan “permata 3 milyar” itu blogger sejati « Aku Seorang Kapiten | June 5th, 2008 at 12:09 pm

    [...] terakhir, jika sudah dipotong sempurna, harga intan tersebut bisa 250 milyar.  Main-mainlah ke blognya di sini.  Bahasa yang dipakai tenang, gaya bahasanya sederhana, namun kocak dan lucu.  The real blogger [...]

  17. Kopdang | June 5th, 2008 at 12:45 pm

    hm………….

  18. Sandy Guswan | June 6th, 2008 at 4:58 pm

    Begitulah manusia sekarang menomorsatukan penampilan. Ini kadang dimanfaatkan orang-orang tertentu yang berlagak sebagai orang penting tetapi akhirnya menipu. Saya senang melihat Pak Lihan apa adanya tanda ada perubahan.

  19. arif | June 7th, 2008 at 2:53 pm

    Manusia memang suka begitu, Pak Lihan. Makanya saya dulu punya teman yang selalu beli pakaian bermerek walaupun habis itu dia akan ngutang untuk makan.

  20. arto | June 12th, 2008 at 9:34 pm

    Ass. Ustadz, ana mau menawarkan Ustadz rumah di Bukit Sentul Bogor, salah satu rumah yang sangat lengkap fasilitasnya, ana perlu dana untuk lembaga pendidikan yang sedang dibangun dan sedang berjalan di Jakarta. Insya Allah tempatnya sangat cocok untuk investasi Ustadz maupun tempat tinggal, karena tidak jauh dari Jakarta.
    Ana tunggu jawabannya, syukron jazakillah, wss - arto

  21. agoezi | June 17th, 2008 at 6:12 pm

    Memang kebanyakan orang menilai dari penampilan luarnya saja
    Itulah mereka :-)

  22. agung | June 21st, 2008 at 10:46 pm

    sbg muslim kita memang harus mjaga pnampilan

  23. faisal syarif | June 25th, 2008 at 7:10 pm

    aww…
    yg bisa kluar dari ananda ini hanya LUAR BIASA..!!!!
    faisal cman bisa blg bangga banget bisa knal,duduk mkn-minum sama seorang lihan….
    ustad gaul ini yg biasa duduk setingkat mentri,gubernur bahkan presiden skalian pun msh mau bcanda dan memberi nasehat kpd saya,,,bangga,bangga,bangga cman itu yg bs kluar dari hati paling dalam…insyaallah smuanya akan diberkahi oleh allah swt amin…

  24. rachmat | June 26th, 2008 at 2:45 pm

    Assalamualaikum

    Kalo Saya Kebalikannya Pak.. Sering Dianggap Bos. Padahal Kacung.

    Pernah Dalam seminar, Ketika saya masuk ke ruangan semua orang menyalami. saya dianngap pembicara.

    Lucu ya dunia ini.. cuma melihat tampilah luarnya saja

  25. anas | July 7th, 2008 at 2:26 pm

    saya jd ingat kata2 di sebuah stiker “Allah tidak melihat dari segi fisik mu, namun lebih kepada amal pahalamu”
    saya semakin sadar setelah menjumpai anda di sebuah acara buka halal bihalal dgn 1428 anak yatim di Swissbel Hotel Banjarmasin.saya tdk menyangka kalo yg mendanai acara itu adalah ustad Lihan.
    dgn sangat bersahaja anda naik panggung memberi kata sambutan.disana juga hadir Pak Wakil Gubernur Kalsel Rosehan Nb, Wakil Walikota Banjarmasin H Alwi Sahlan, Ustad Yusuf Mansur, grup nasyid Raihan serta aktor Para Pencari Tuhan, Azrul Dahlan.
    andai semua pengusaha seperti anda ini.saya juga berdoa semoga ustad tdk menanamkan investasi di bidang batubara, karena bumi kalsel sdh semakin menjerit.

  26. muhammad danial khairi | July 23rd, 2008 at 9:11 pm

    ingat pian nih jadi ingat khalifah harun al rasyid, mudahan pian masuk SURGA.. sukses terus..

  27. Rudhe | August 15th, 2008 at 2:39 pm

    Subhanallah…mendengar cerita pyn lun jadi malu…
    Pyn yang sudah menjadi seseorang (bos) tapi tidak pernah memandang diri tinggi/mulia walaupun pyn sering mendapat perlakuan yang kurang pantas dari orang lain. Kadang kala diri ini merasa dilecehkan, merasa dipandang sebelah mata (karena orang hanya memandang luarnya saja) dan saat itu pula kita merasa jatuh, tidak pede, bahkan hilang selera berjuang. Tapi dengan mendengar cerita pian yang penuh inspiratif, setidaknya menambah pengetahun lun bahwa ada juga bos yang tidak di pandang bos(m’f).Tp lun Saluuuut buat pyn, semoga Allah selalu memberikan yang terbaik buat pyn dan semoga menjadi pelajaran berharga bagi yang membacanya.Amieen…..

  28. maswid | August 20th, 2008 at 1:50 pm

    kekeke, mas lihan ada ada aja. lucu juga jadinya mas :D

    jadi teringat lelucon einstein dan sopirnya neh, alkisah einstein nyamar jadi supir, dan supirnya disuruh duduk di belakang. trus datang wartawan mo nanya soal matematika yg sulit, maka ditangani oleh sopir. wes ewes ewes, selesai deh soal matematika rumit, sontak si wartawan geleng geleng kepala, jadi mikir “kalau sopirnya aja sepintar ini, gimana einsteinnya” :D

    mas lihan ditunggu tulisan tulisan lainnya. salam kenal dari saya, singgah dong ke blog saya. wassalam.

  29. Suriyadi | August 31st, 2008 at 11:53 am

    Ass. Ustadz
    Salam kenal…..
    Saya salud dengan keberhasilan yang mas lihan capai dan gaya bisnis yang anda jalankan….
    Saya membangun usaha warnet bersama teman-teman dan sekarang sudah mulai rame. Nama usaha kami NONGKRONG CENTER.. dalam usaha kami tersebut kami berusaha menyisihkan Rp. 100 setiap 1 jam memakai internet untuk anak yatim piatu dan itu kami sesuaikan dengan zakat 2.5% dari tarif perjam internet Rp. 4.000.

    Tapi terus terang, karena warnet ditempat kami cuma berjumlah 15 buah PC dan 5 buah laptop sehingga setiap bulan yang kami berikan terasa masih sedikit dan kalau menurut kami masih kurang untuk disumbangkan kepada anak yatim piatu tersebut.

    Nah mengenai hal itu, saya ingin bertanya kira - kira kiat seperti apakah supaya warnet kami tersebut bisa berkembang lebih banyak sehingga yang dapat kami berikan kepada yang membutuhkan juga terasa cukup.

    Demikian, atas perhatian ustadz saya ucapkan banyak terima kasih.

  30. Suriyadi | August 31st, 2008 at 11:54 am

    Ass. Ustadz
    Salam kenal…..
    Saya salud dengan keberhasilan yang mas lihan capai dan gaya bisnis yang anda jalankan….
    Saya membangun usaha warnet bersama teman-teman dan sekarang sudah mulai rame. Nama usaha kami NONGKRONG CENTER.. dalam usaha kami tersebut kami berusaha menyisihkan Rp. 100 setiap 1 jam memakai internet untuk anak yatim piatu dan itu kami sesuaikan dengan zakat 2.5% dari tarif perjam internet Rp. 4.000.

    Tapi terus terang, karena warnet ditempat kami cuma berjumlah 15 buah PC dan 5 buah laptop sehingga setiap bulan yang kami berikan terasa masih sedikit dan kalau menurut kami masih kurang untuk disumbangkan kepada anak yatim piatu tersebut.

    Nah mengenai hal itu, saya ingin bertanya kira - kira kiat seperti apakah supaya warnet kami tersebut bisa berkembang lebih banyak sehingga yang dapat kami berikan kepada yang membutuhkan juga terasa cukup.

    Demikian, atas perhatian ustadz saya ucapkan banyak terima kasih.

    Blog NONGKRONG CENTER DI HTTP://nongkrongcenter.blogspot.com… silakan mampir ya ustadz, karena diblog tersebut banyak yang kami sampaikan

  31. ame | September 5th, 2008 at 8:08 am

    Alhamdulillah ada ustadz yang pengusaha atau pengusaha yang ustadz dan sukses seperti ini. Alloh masih memberi ditengah2 kita sosok2 teladan. Moga terus ada..

  32. atmonadi | September 7th, 2008 at 4:30 pm

    hehehehe…jadi geli juga, ingat kisah2 lucu zaman baheula dicuekkin gara2 pakaiannya dianggap orang nggak cocok…

  33. Bayhaki | September 11th, 2008 at 12:19 pm

    tapi bukankah rasullulah pernah mengatakan, kalau kau mengirimkan satu utusan kepadaku, kirimlah orang yang berpenampilan rapi.

    salam kenal Ust Lihan
    saya kenal anda dari tulisannya Pak Roni yuzirman

  34. ron | September 12th, 2008 at 10:35 am

    Assalamualaikum ustad,
    saya baca kisah anda dari blognya a
    pak roni TDA. Salut untuk anda.
    semoga terus jadi inspiratorsetiap
    orang.

  35. ira | September 12th, 2008 at 12:11 pm

    Ass.Wr.Wb Salam kenal Pak Lihan…(:(:

  36. yanuar | September 19th, 2008 at 10:23 am

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Semoga allah senantiasa menyertai kita semua.
    Salam kenal p lihan!
    ana salut dengan cara hidup yang ada jalani, ana jadi terinspirasi untuk selalu hidup sederhana. Walaupun Allah memberi kita kelebihan, tapi Lihan selalu hdup seperti sediakala.
    Pak lihan! ana setahun yang lalu di landa musibah, ana di tipu teman, duit di bawa kabur Mobil jg jg di bawa kabur, nggak tahu sekarang dimana mereka berada.
    sehingga sekarang ana harus menanggung hutang yang tidak sedikit bagi ana, sementara orang yang memodali kita tak mau tau yang penting duit mereka kembali.
    Kalau bapak tidak keberatan, ana pingin tau nomor HP bapak, bisa jadi bapak punya jalan keluar dari masalah yang ana alami ini.
    atas perhatiannya ana ucapkan terima kasih, Hanya Allah yang maha tahu dan Maha Bijaksana, hanya kepadaNya kita berharap.
    Syukron
    Akhukum elPaqir Ilallah
    Yanuar
    081315666734

  37. savic | September 19th, 2008 at 4:48 pm

    haha.. seperti cerita paman saya, awalnya pake pakean seadanya mau masuk showroom mobil, tapi dihalang2i ama satpamnya dikira orang mau apa

    besoknya balik lagi pake mobil dan pakean yang sedikit lebih baik langsung disambut kaya nyambut tamu besar, pake dibukain pintu segala

    dunia emang gtu pak

    salam kenal dari saya…..
    saya kenal bapak dari ustad saya hamdani bakran az zakiey di jogja sini….

  38. Arif Rahmat | October 2nd, 2008 at 8:06 am

    Masyarakat kita lebih mengenal profesi yang memiliki baju seragam, atau setidaknya baju yang unik. Lihat saja anak-anak TK, ketika pawai atau ketika ditanyai ingin jadi apa, jawabannya tidak jauh dari dokter, polisi, tentara, guru, dengan kostumnya masing-masing.

    Akibatnya, eksekutif juga seakan-akan membentuk ‘pakaian seragam’ sendiri, berupa jas atau pakaian mentereng. Padahal kalau shalat, pakaiannya biasa aja tuh :)

    Ustadz, kalau nanti dipanggil menghadap Presiden, berani gak, cuma pakai kaos aja?

  39. oen | October 5th, 2008 at 8:22 am

    Waktu saya datang ke developer perumahan yang akhirnya saya tinggal diperumahan tsb, masuk ke kantor dan cuek dan kami minta brosur dan salesnya hanya memberi brosur dan kemudian meninggalkan saya dengan istri tanpa memberi penjelasan produk yang mereka miliki. Sehari kemudian saya datang lagi untuk minta penjelasan baru dibantu. Salesman sekarang sudah tidak kerja di developer ini lagi… entah kemana tuh orang.

  40. Hendry | October 9th, 2008 at 2:28 am

    Assalamu alaikum

    kisah pak ustad patut untuk kita renungkan.
    Subhanallah……

    Wassalam…

  41. R.win | November 3rd, 2008 at 12:23 pm

    Assalamu alaikum

    Semoga paparan dan pengalaman p’ustadz menjadi renungan
    buat kita semua

Leave a Comment